oleh

Surat Terbuka Mapera Nusantara untuk Pak Tito

“Surat terbuka”

Kepada yang terhormat;
ayahanda Tito karnavian selaku Kapolri…!!!

Asslamu Alaikum Wr, wb..!!!
Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga segala aktivitas keseharian kita bernilai ibadah disisiNya Amin…!!!

Sebelum nya kami minta maaf yang sebesar-besarnya kepada pak kapolri, karena telah lancang membuat surat terbuka kepada bapak…sekali lagi maafkanlah kami, dan memaafkan
kami sifat kebijaksanaan tidak akan luntur dalam diri bapak kapolri…!!!

Bagaimana kabar Pak Kapolri..semoga Pak kapolri sehat- sehat dalam lindunganNya…amin, dan semoga aktivitasnya pak Kapolri juga senang tiasa bernilai ibadah disisiNya..amin.

Sebelumnya pak kapolri… dipikir dan pecahlah pikiran ini dan bersuara menjadi kata- kata mengisi Aksara ini,,,bahasanya munkin agak tinggi, munkin juga Lebay bagi anak jaman sekarang yang tidak mengerti sastra atau Pengalaman Hermeneutik tapi biasa saja bagi pak kapolri,,, yang latar belakang sudah lama di institusi kepolisian, berharap bisa terjadi perjumpaan pemikiran sebelum raga dipertemukan melalui surat terbuka ini.

Baca juga  Kapolres Sidrap Persiapkan Penyambutan Kunjungan Kerja Kapolda

Sebelumnya pak kapolri kami juga sampaikan dan tegaskan bahwa kami bukan politisi tapi sedikit banyaknya yang kami tahu mengenai politik yaitu puncak nya politik adalah Politik Kejujuran seperti
yang di jalankan Rasulullah di masa itu.

Lamanya pikiran ini menari-nari baru kali ini kami berkesempatan memperkenalkan diri, Kami dari mahasiswa makassar yang tegabung mahasiswa peduli rakyat (MAPERA NUSANTARA) yang punya sedikit pengetahuan pergerakan mahasiswa dan mengalir dalam diri kami semangat juang bagaimana membela rakyat yang tertindas.

Saya menulis surat terbuka ini untuk bagaimana pikiran kami diperjumpakan dengan pikiran pak kapolri, saat ini pak pikiran kami lagi tidak sejalan dengan instansi yang bapak pimpin yaitu KAPOLRES BIMA karena kami anggap lalai dalam menjalangkan tugas yang tidak sesuai dengan undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang tugas dan fungsi kepolisian, sedikit saya jelaskan pak kasus penembakan dan pemukulan terhadap massa aksi yang menuntut perbaikan infrastruktur yang dijanjikan pemerintah kota bima terkhusus di Kecamatan Sape pada tanggal 15 februari 2019 pada saat itu dibubarkan oleh kepolisian dengan melakukan penembakan dan pemukulan terhadap massa aksi sehingga ada yang menjadi korban sebanyak 5 orang yang diantaranya ada 1 anak di bawah umur, untuk itu kami menganggap POLRES BIMA KOTA tidak memahami konstitusi negara Undang-undang 9 tahun 1998 tentang kebebasan menyampaikan informasi publik.

Baca juga  Ketua Mapera Nusantara Minta Kapolda NTB Tegas Menegakkan hukum

Padahal kami sudah melakukan aksi unjuk rasa dimakassar sebanyak tiga kali sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap KAPOLRES BIMA KOTA dan bentuk solidaritas teman-teman yang menjadi korban akan tetapi sampai hari ini belum ada tindak tegas kepada KAPOLRES BIMA KOTA yang selaku penanggung jawab pengawalan aksi pada hari itu, makanya kami sampai hari ini bertanya-tanya dan selalu curiga kenapa Kapolda NTB tidak punya nyali untuk mencopot Kapolres Bima yang kami nilai sudah melenceng dari tugas fungsi kepolisian.

Baca juga  Berkunjung ke Polres Sidrap, Kapolda Sulsel Ajak Semua Pihak Jaga Keamanan Pemilu 2019

Sekali lagi kami minta maaf pak Kapolri… seandainya kami diperhadapkan dua pilihan yaitu diperhatikan dengan mematikan kerja- kerja Tuhan dalam diri atau di hargai bekerjanya tuhan dalam diri, kami memilih
untuk di hargai sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan yang telah gugur memperjuangkan bangsa indonesia sampai merdeka, tentunya pak Kapolri lebih paham bagaimana memperjuangkan negara ini lebih baik kedepan sampai dipuncak Ilmu pengetahuan.

Kami tidak bermaksud menyeret-nyeret pak kapolri di ruang publik tapi bagaimana bentuk kerja-kerja mahasiswa sebagai sosial of kontrol dan siap menjadi garda terdepan untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

Jadi tolong pak kapolri untuk diperhatikan kasus penembakan dan pemukulan terhadap massa aksi yang ada di bima dan tindak tegas pelakunya.

Wassalam

Makassar, Minggu 24 Maret 2019

TTD

Ketua Mapera Nusantara

Defisofian

(#*#)

Loading...

Baca Juga: