Syarifuddin : Sejarah Situs Kepahlawanan Terpotong

Pemerhati Budaya, Dr. Syarifuddin,M.M,
bergabung di nkriku.com

SIDRAP.NKRIku.Com– Beberapa rangkaian acara dalam rangka memperingati hari bersejarah Kabupaten Sidenreng Rappang telah terlaksana dalam sepekan terakhir ini yang berpusat di Pelataran Pantai Kering (PanKer) Sidrap. Termasuk kagiatan gerak jalan santai (Jumat 09/02/2018), yang di ikuti oleh ribuan elemen masyarakat Sidrap.


Dukung kami dengan ngelike fanspage Add Friend

Sejumlah media telah memberitakan kegiatan yang berpusat di Pelataran Panker tersebut, baik itu media online maupun media cetak.

Namun salah seorang warga Sidrap pemerhati budaya, Dr. Syarifuddin,M.M, sangat sedih dan menyayangkan setelah membaca berita online dari salah satu media yang menyematkan nama Pelataran yang seharusnya Pelataran Ganggawa justru dinamankan Pelataran PanKer. Dirinya beranggapan bahwa ditengah-tengah keinginan memperingati hari bersejarah malah justru kita menghianati sejarah.

“Saya telah membaca secara seksama berita jalan sehat hari jadi Sidrap ke 674 tahun. Namun saya sangat sedih karena di tengah – tengah ke inginan untuk memperingati hari bersejarah, namun di saat itu pula kita menghianati sejarah,” ucap Syarifuddin kepada wartawan, Sabtu 10/02/2018.

“Memang ini dari hati yang dalam, kasihan gerasi muda, sejarah situs kepahlawanan terpotong. Kita harus tahu sejarah bahwa Ganggawa itu pahlawan apa? Ternyata yang diberi gelar Ganggawa adalah pimpinan laskar di Sidrap, A. Cammi,” jelasnya.

Betapa tidak, lanjut Syarif yang juga merupakan praktisi pendidikan Sulawesi Selatan, Ganggawa yang merupakan nama pahlawan di Sidrap, tiba – tiba saja berubah nama menjadi Panker, (nama yang tidak memilki sama sekali makna yang positif, karena dimana – mana itu pantai pinggir laut). Yang kedua menghilangkan jejak pahlawan di Kabupaten Sidrap.

“Mengapa kita tidak menggunakan Mogang (Monumen Ganggawa), atau Mogas (Monumen Ganggawa Sidrap), ini mirip kata Monas di Jakarta,” usul alumni Institud Pertanian Bogor ini.

Syarifuddin juga menghimbau kepada Pers, Pejabat, serta Tokoh Masyarakat Sidrap untuk meluruskan dan tidak menggunakan kata itu lagi (Panker).

“Saya himbau kepada Pers dan Pejabat serta Tokoh Masyarakat Sidrap supaya meluruskan dan tidak menggunakan kata PanKer tersebut,” sesalnya.

 

Reporter:Ad

bergabung di nkriku.com bergabung di nkriku.com