Tak Cuma Lambat Urus Corona, Kemenkes Juga Lelet Tangani…

Tak cuma lambat dalam menyerap dana untuk penanganan pandemi Covid-19, Kementerian Kesehatan khususnya Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat dan Direktorat Gizi juga dinilai lamban dalam upaya mengantisipasi naiknya prevalensi stunting dan masalah kurang gizi anak Indonesia di tengah situasi pandemi.

“Padahal, Presiden Jokowi juga telah menekankan bahwa program penanganan pandemi Covid-19 tidak boleh menghentikan program penting nasional lainnya. Termasuk, penanganan stunting pada anak,” tegas Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio, belum lama ini.

Baca Juga: Sekarang Orang PSI Ikut Marahi Kemenkes: Kemarin Ngapain Aja?

Agus mengungkapkan Menteri Kesehatan dalam kabinet periode pertama pemerintahan Jokowi, Nila Moeloek, sudah menyiapkan kebijakan yang bagus untuk mempercepat penanganan stunting yang ditargetkan turun ke angka 14 persen di tahun 2024.

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 29/2019 yang mengatur pemberian Pangan Khusus untuk Kondisi Medis Khusus (PKMK) untuk anak penderita memiliki indikasi gagal tumbuh (faltering growth).

Jika tidak diintervensi, akan berakibat menambah jumlah anak stunting. Permenkes ini mulai diberlakukan pada 29 Agustus 2019. Namun, untuk mengimplementasikan Permenkes tersebut, Kemenkes harus mengeluarkan Petunjuk Teknis (Juknis) atau Petunjuk Pelaksanaan (Juklak).

Sayangnya hingga hari ini atau sudah hampir satu tahun sejak Permenkes 29/2019 dikeluarkan, Juklak dan Juknis Permenkes ini belum ada.

“Artinya, Permenkes ini masih ompong. Tidak bertenaga untuk dilaksanakan,” sesal Agus.

Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka

Berita Terbaru