Tak Hanya Cepat Tanggap, Risma Juga Dinilai Tangani Bencana Dengan Welas Asih

NKRIKU – Sebagai sosok menteri yang baru bekerja dalam hitungan hari, Menteri Sosial Tri Rismaharini dinilai punya respons cepat dalam menanggapi beberapa bencana yang melanda tanah air dalam waktu belakangan ini. Bahkan Risma dianggap mampu menangani bencana secara welas asih.

Menurut aktivis sosial Lembaga Swadaya Masyarakat Berhuma, Khoirul Anam, hal itu terlihat saat Risma dihadapkan dengan dua bencana beruntun yang menyita perhatian publik secara nasional.

Pertama, kecelakaan pesawat Sriwijaya Air yang kemudian disusul bencana longsor yang menewaskan setidaknya 13 orang dan 27 lainnya belum ditemukan di Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

“Di lokasi, Bu Risma tak hanya cekatan dan trengginas, melainkan pula penuh welas asih,” kata Khoirul, Kamis (14/1), dikutip Kantor Berita RMOLJakarta.

Khoirul menambahkan, sebelum sampai di Sumedang, beberapa jam sebelumnya Risma telah memenuhi tanggung jawabnya dengan mendatangi posko utama di Bandara Soekarno-Hatta, guna menenangkan dan menyatakan simpati kepada keluarga korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182.

Di posko utama Bandara Soekarno-Hatta Risma pun memastikan keberadaan petugas pemberi layanan psikologis untuk keluarga korban.

“Tampaknya, sebagai seorang perempuan, seorang Ibu, Risma terpikir untuk memberikan pelayanan seperti itu,” terang Khoirul.

Sementara saat di Sumedang, Risma tak canggung wara-wiri di jalanan becek akibat longsoran. Bahkan dia memimpin langsung proses penanggulangan. Seperti memberikan bantuan untuk para korban, mendirikan tenda darurat dan dapur umum.

“Itu membuat para korban longsoran dipastikan tak akan kesulitan makanan dan kebutuhan dasar lainnya,” tambah Khoirul.

Tak hanya itu, Risma juga langsung mengunjungi para keluarga korban longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Sumedang.

Risma menerobos rintik hujan dan mendatangi rumah-rumah korban longsor Minggu malam lalu (10/1). Risma berusaha menenangkan keluarga korban longsoran itu, untuk kemudian memberikan bantuan tunai masing-masing sebesar Rp 15 juta.

Risma bahkan menenangkan seorang ibu yang kehilangan suaminya akibat longsor tersebut.

“Ibu harus kuat. Ibu lihat saya. Kita harus percaya takdir. Suami Ibu insya Allah, mati syahid,” kata Risma, sambil mendekap ibu tersebut.

“Saya berharap kita bisa segera melakukan evakuasi, terutama bagi warga yang kondisinya rentan untuk terkena bencana susulan. Saya tadi melihat masih ada retakan-retakan di tebing,” kata Risma, yang menunjukkan dirinya juga cermat mengevaluasi kondisi. (RMOL)

Berita Terbaru