Tak Mau Gegabah, Polisi Butuh Ahli TI, Ahli Bahasa Hingga Ahli Pidana untuk Kasus Denny Zulfikar

NKRIKU.COM – Polresta Tasikmalaya bakal meminta keterangan dari tiga
orang ahli dalam mengusut laporan terhadap Denny Siregar tentang unggahan
‘santri calon teroris’. Polisi tak mau gegabah dalam menetapkan sebuah perkara.

 

Kasat Reskrim Polresta Tasikmalaya AKP Yusuf Ruhiman
mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan para ahli terkait jadwal
pemeriksaan tersebut.

 

“Koordinasi dengan ahli tiga orang, ahli Teknologi
Informasi (TI) , ahli bahasa dan ahli pidana. Selanjutnya nunggu kesediaan
waktu dari ahli untuk diBAP,” kata Yusuf, Selasa (7/7).

 

Disampaikan Yusuf, sejauh ini pihaknya sudah meminta
keterangan dari tiga saksi. Namun, ia tak membeberkan keterangan yang diperoleh
penyidik dari para saksi.

 

“Itu (keterangan saksi) belum bisa saya buka ya,”
ujarnya.

 

Yusuf menuturkan setelah pemeriksaan semua pihak selesai,
termasuk pemeriksaan terhadap Denny selaku terlapor, penyidik bakal melakukan
gelar perkara.

 

Gelar perkara itu dilakukan untuk melakukan langkah
selanjutnya dari laporan pencemaran nama baik tersebut.

 

“Pokoknya kita periksa semua dan lakukan gelar perkara
untuk menyimpulkan langkah selanjutnya,” ucap Yusuf.

 

Denny Siregar, lewat pengacaranya Muannas Alaidid memastikan
akan memenuhi panggilan polisi terkait laporan terhadap dirinya.

 

“Kalau dimintai keterangan ya dipastikan Denny akan
hadir memenuhi panggilan,” kata Muannas, Selasa (7/7).

 

Laporan terhadap Denny itu bermula dari unggahan di akun
Facebook miliknya. Unggahan itu diketahui terkait santri di pesantren dan
sematan ‘calon teroris’.

 

Denny pun dilaporkan oleh seseorang bernama Ustaz Ruslan
dengan dugaan pelanggaran Pasal 45 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (*)

loading…

Berita Terbaru