Tak Selamanya Baik, Berikut 5 Efek Buruk Kerja Keras Bagai ‘Kuda’

NKRIKU Siapa yang suka kerja keras bagai kuda? Bekerja tidak kenal waktu, bahkan bisa sampai 24 jam non-stop. Manusia atau robot?

Robot saja punya batas kemampuan, butuh rehat, apalagi tubuh manusia. Perlu istirahat untuk mengembalikan energi dan pikiran biar tetap waras.

Bekerja tujuh sampai delapan jam per hari adalah porsi yang ideal dan dianjurkan. Jam kerja seperti ini dapat menjaga produktivitas dalam bekerja.

Berita Populer  Orang Indonesia Masih Percaya Kunci Sukses Adalah Kerja Keras, Padahal...

Kamu tetap bisa menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dengan baik tanpa kelelahan, mengantuk, bosan atau jenuh, maupun kehilangan semangat. Namun faktanya, banyak orang atau dari kamu yang kerja berlebihan.

Berita Populer  Kenapa Sukses Buah dari Habit, Kepoin Nih Alasannya!

Hati-hati, kerja berlebihan apalagi dilakukan dalam jangka panjang, dapat berakibat buruk. Walaupun itu dikategorikan sebagai lembur. Berikut 5 efek buruk kerja berlebihan:

1. Produktivitas turun

Maksud hati kerja melebihi jam ideal agar produktivitas semakin naik, tetapi justru sebaliknya. Kinerja maupun kualitas kerja kamu akan menurun, atau malah jadi kacau balau.

Berita Populer  Raih Anugerah Meritokrasi, Menaker: Buah Kerja Keras Seluruh Pegawai Kemnaker

Itu karena pikiran dan tenagamu habis untuk mengerjakan sesuatu yang dipaksakan. Sesuatu yang seharusnya dapat kamu lanjutkan esok hari, tetapi dikebut agar cepat selesai.

Memang ini baik, dalam arti kamu tidak ingin menunda pekerjaan terlalu lama. Tetapi pikirkan juga dampaknya. Kerja berlebihan hanya akan membuatmu kelelahan. 

Berita Terbaru