Teddy dan Muannas Bicara Soal Kemungkinan Refly Harun Terjerat Kasus Gus Nur

NKRIKU, Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi menyoroti kasus ujaran kebencian yang menjerat Sugi Nur Raharja alias Gus Nur.

Gus Nur ditangkap atas laporan polisi bernomor LP/600/X/2020 Bareskrim tertanggal 22 Oktober 2020. Gus Nur dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 Undang-undang ITE Pasal 28 ayat 2 Undang-undang ITE, ancaman 4 tahun dan 6 tahun penjara.

Teddy menilai pakar hukum tata negara Refly Harun bisa saja terjerat kasus Gus Nur. Menyusul, pernyataan Gus Nur yang dianggap ujaran kebencian ditayangkan di channel YouTube Refly Harun.

baca juga:

“Apakah @ReflyHZ bisa kena juga dalam kasus ujaran kebencian Sugik Nur? Ya bisa saja, jika polisi temukan apa motifnya Refly,” kicau Teddy menggunakan akun Twitter @TeddyGusnaidi, Sabtu (24/10/2020).

Teddy kemudian teringat dengan kasus klaim obat herbal Covid-19 oleh Hadi Pranoto yang tayang di channel YouTube musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji. Dia pun membandingkan dengan kasus Gus Nur.

“Ingat kasus @duniamanji saat wawancara Hadi? Kalau anji, saya yakin motifnya agar ada obat yang bisa menyembuhkan pasien covid. Kalau Refly apa motifnya?,” tuturnya.

“Kalau @duniamanji, dia tidak tahu bahwa yang disampaikan oleh Hadi adalah hoax, karena bukan bidangnya, dia musisi. Kalau @ReflyHZ, apakah dia tidak tahu bahwa yang disampaikan Sugik adalah ujaran kebencian? Padahal Refly adalah ahli hukum tata negara dan lawyer,” imbuhnya.

Sementara itu, pengacara Muannas Alaidid mengatakan Refly Harun bisa dijerat dengan UU ITE Pasal 28 Ayat 2 karena menyiarkan pernyataan Gus Nur yang dianggap melakukan ujaran kebencian.

“Nah, Pasal 28 ayat 2 ITE dapat dijerat karena kanal YouTubenya yang menyiarkan konten yang mengandung dugaan tindak pidana. ITE mengatur larangan penyebaranya. Bagi Sugi berlaku Pasal 14 dan 15 UU No. 1 Tahun 46 soal penyebaran berita bohong yang sedah timbulkan kegaduhan,” tutur Muannas.

Berita Terbaru