oleh

Teriak Maling Lewat Pengeras Suara Masjid, Mahasiswa Asal Selayar Ini Tewas Dikeroyok

Gowa, nkriku.com – Kejadian 10 Desember 2018 sekitar pukul 02.00 Wita (dini hari), dimana saat itu korban penganiayaan pengoroyokan Mahasiswa UIT asal Selayar di Kampung Jatia, Desa Mata Allo, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.

Muhammad Khaeril ditemukan di TKP dalam keadaan sudah meninggal seusai diamuk oleh beberapa warga sedangkan motor korban merk Yamaha Jupiter MX nomor polisi DD 2819 JB telah hangus dibakar.

Loading...

Sebelumnya, AKP Mangatas Tambunan menerangkan bahwa peristiwa main hakim sendiri ini terjadi pada hari senin sekitar pukul 02.00 dini hari.

Tambunan mengatakan, Khaidir sempat dibawa personel ke Puskesmas Bajeng tetapi nyawanya tak tertolong.

“Petugas Puskesmas mengatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba. Mayatnya kini dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar,” tambahnya.

Press Release Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, hari ini Rabu 12/12/2018 mengungkapkan bahwa kejadian pada hari Senin 10 Desember dini hari, Muhammad Khaeril datang ke rumah YDS (49). Dia mengetuk pintu dengan keras.

Teriak Maling Lewat Pengeras Suara Masjid, Mahasiswa Asal Selayar Ini Tewas Dikeroyok, Rabu 12/12/18.

Tak dibukakan pintu, Muhammad Khaidir ke masjid Nurul Yasin namun tiba-tiba dengan mikrofon atau pengeras suara masjid, RDN (47) berteriak, “Maling….maling!!!”. RDN merupakan marbot/penjaga masjid tersebut.

“RDN di tetapkan tersangka karena memprovokasi warga, dengan teriakan maling, maling..! melalui mikrofon yang seolah-olah mengatakan ada maling yang tertangkap di tempat ibadah,” ungkap Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, dalam press rilis di Mapolres Gowa.

Akibat teriakan maling warga berdatangan dan mengeroyok Khaidir. Sebagian yang teridentifikasi melakukan pengeroyokan, di antaranya tujuh orang yang telah resmi ditetapkan tersangka diantaranya ASW (26), HST (18), IDK (52), SDS (53), INA (24) dan YDS (49). Semua warga Desa Mata Allo.

AKBP Shinto Silitonga menjelaskan bahwa Terdapat luka memar pada mata sebelah kanan akibat persentuhan benda tumpul, luka robek dan lecet pada pipi kanan, luka robek pada alis kanan, luka robek pada daun telinga kanan, juga patah pada bagian rahang bawah.

Selanjutnya, luka memar dan robek pada kepala bagian belakang, luka memar pada telapak tangan, luka robek pada betis kanan, luka robek pada pergelangan tangan kiri, dan resapan darah pada kepala.

“Hasil autopsi belum diterima oleh penyidik. Itu hanya luka yang terdapat pada tubuh korban Muhammad Khaidir,” ungkap Shinto Silitonga. (AJ)

Muh Jufri

Loading...

Baca Juga: