Terkuak! Polri Tak Jalankan Rekomendasi Komnas HAM soal Kasus 6 Laskar FPI

NKRIKU.COM – Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) mengungkap jika ada sejumlah rekomendasi yang tidak dijalankan Bareskrim Polri terkait kasus unlawful killing enam laskar FPI yang ditembak mati aparat di Tol Jakarta-Cikampek, beberapa waktu lalu. 

Wakil Ketua Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan salah satu rekomendasi yang tidak dilaksanakan Polri adalah soal kepemilikan senjata api laskar FPI. 

Berita Populer  Rekonstruksi Polri Sebut Laskar Ditembak di Mobil, Begini Reaksi Komnas HAM

“Dan kami ingatkan ada beberapa rekomendasi yang sepertinya belum dilaksanakan secara maksimal. Misalkan soal senjata api,” kata Choirul Anam saat dihubungi NKRIKU.COM, Jumat (16/4/2021). 

Menurutnya,  pengusutan senjata api yang disebut diduga milik FPI  dalam perkara ini sangat penting, guna mengungkap kebenaran. 

Baca Juga:
Minta Kasus Penganiayaan Jurnalis TEMPO Dikawal, AJI Ngadu ke Komnas HAM

Berita Populer  Gus Nur Segera Disidang, Bareskrim Tuntaskan Pelimpahan Tahap II ke Kejagung 

“Pentingnya senjata api di ungkap agar dapat mengungkap kebenaran terhadap peristiwa yang terjadi,” tegasnya. 

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam usai menerima tim dokter forensik RS Polri yang melakukan autopsi kepada jasad 6 pengawal Rizieq Shihab. (NKRIKU.COM/Fakhri Fuadi)Komisioner Komnas HAM Choirul Anam usai menerima tim dokter forensik RS Polri yang melakukan autopsi kepada jasad 6 pengawal Rizieq Shihab. (NKRIKU.COM/Fakhri Fuadi)

Sementara itu, merespons dua orang anggota polisi yang telah ditetapkan sebagai tersangka, namun masih berstatus aktif, Choirul Anam mengatakan menyerahkannya kepada kepolisian.

Berita Populer  Draf Perpres Pelibatan TNI Tangani Terorisme Banjir Masukan

“Ditanya saja ke kepolisian terkait keputusan tersebut,” ujarnya. 

Namun, dia memastikan pihaknya masih bakal mengawal kasus ini sampai tuntas. 

“Yang pasti bagi kami, pelaksanaan rekomendasi tetap kami pantau,” tegas Choirul Anam. 

Baca Juga:
Soal Keanggotaan 2 Polisi Tersangka Unlawful Killing, Ini Penjelasan Polri

Investigasi Komnas HAM

Berita Terbaru