Termasuk Maulid Nabi, Menag Keluarkan Aturan Larang Arak-arakan pada Hari Besar Keagamaan

NKRIKU.COM – Kementerian Agama (Kemenag) resmi mengeluarkan Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang mengatur kegiatan masyarakat Indonesia dalam memperingati hari besar keagamaan.

Pedoman tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 29 Tahun 2021. Adapun dalam surat edaran tersebut ditandatangani Menag Yaqut Cholil Qoumas pada 7 Oktober 2021.

“Pedoman kami terbitkan dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Saw, Natal, dan hari besar keagamaan lainnya pada masa pandemi Covid-19,” kata Yaqut dalam keterangan tertulisnya yang dikutip NKRIKU.COM, Minggu (10/10/2021).

Berita Populer  278 Calon Jemaah Haji dari 26 Provinsi Ajukan Penarikan Setoran Pelunasan BPIH

Yaqut menjelaskan, pedoman penyelenggaran tersebut disusun dengan memperhatikan kondisi atau status daerah dalam konteks Pandemi Covid-19.

Baca Juga:
Pemerintah Geser Libur Maulid Nabi Muhammad SAW Jadi 20 Oktober 2021, Ini Alasannya

Berita Populer  Menag Temui Rabithah Alawiyah, Bantah Bahas Rizieq Shihab

Untuk daerah level 2 dan level 1, misalnya, peringatan hari besar keagamaan bisa dilaksanakan tatap muka, tapi dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Sementara untuk daerah level 4 dan level 3, peringatan hari besar keagamaan dianjurkan dilaksanakan secara virtual atau daring.

Sementara itu, Kemenag juga menganjurkan untuk penyelanggara kegiatan untuk menyediakan QR Code PeduliLindungi.

Otomatis, para peserta yang hadir harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi apabila hendak masuk ke rumah ibadah atau tempat lain yang dimanfaatkan untuk menggelar peringatan hari besar keagamaan.

Berita Populer  Menag Yaqut dan Said Aqil Tak Hadir Sebagai Saksi, Sidang Gus Nur Ditunda

Menag Yaqut juga tegas melarang masyarakat melakukan pawai memeriahkan hari besar keagamaan.

Baca Juga:
Libur Maulid Nabi Digeser Jadi 20 Oktober, Alasannya Antisipasi Penularan Covid-19

“Dilarang untuk melakukan pawai atau arak-arakan dalam rangka peringatan hari besar keagamaan yang melibatkan jumlah peserta dalam skala besar,” tegasnya.

Berita Terbaru