Terus Anjlok, Nilai Bitcoin Turun hingga 11 Persen dalam Satu Minggu Ini

NKRIKU, Nilai Bitcoin mengalami penurunan mingguan terburuk sejak September 2020 lalu.

Dilansir dari Reuters, mata uang Kripto paling populer di dunia ini mengalami penurunan mencapai 5 persen selama hampir 3 minggu berturut-turut hingga USD 28 ribu pada sesi Asia, sebelum akhirnya kembali stabil sekitar USD 32 ribu.

Minggu ini, penurunan tersebut secara total telah mencapai 11 persen, di mana penurunan paling parah sebelumnya terjadi pada September 2020 lalu dengan 12 persen.

baca juga:

Sebuah akun Twitter, BitMEX Research, mengatakan bahwa sejumlah Bitcoin yang telah dibelanjakan selama dua kali sudah cukup mampu untuk memicu penjualan.

“Anda tidak ingin terlalu merasionalisasi pasar yang tidak efisien dan dewasa seperti Bitcoin, tetapi tentu saja akan ada pembalikan momentum. Mereka mungkin melihat ini dan berpikir bahwa hal tersebut menakutkan dan mengejutkan, dan saat inilah waktu yang tepat untuk menjual,” ujar Kyle Rodda, seorang analis di IG Markets di Melbourne, setelah munculnya laporan dari BitMEX.

Sebelumnya, Bitcoin diperdagangkan dengan lebih dari 20 persen di bawah rekor tertingginya USD 42 ribu, pada dua minggu lalu. Namun, kini mulai kehilangan pondasinya di tengah kekhawatiran yang berkembang dari adanya sejumlah gelembung harga dan meningkatkan perhatian sejumlah otoritas kepada mata uang kripto.

Selama sidang Senat Amerika Serikat, pada Selasa (19/1) lalu, Janet Yellen, Menteri Keuangan AS, menyampaikan kekhawatirannya bahwa mata uang kripto bisa digunakan untuk mendanai sejumlah aktivitas ilegal.

Kekhawatiran tersebut sebelumnya juga disampaikan minggu lalu oleh Presiden European Central Bank, Christine Lagarde, pada penyusunan regulasi global untuk Bitcoin.

Namun, sejumlah pengguna mata uang kripto menuturkan bahwa penurunan tersebut berasal dari perhitungan aset titik rendah tahun 2020 hingga 700 persen di atas USD 3,85 ribu yang terjadi pada Maret 2020 lalu.

Berita Terbaru