Tokoh Rizal Ramli akan Sampaikan Pidato Kebangsaan Hari Kemaritiman Nasional

NKRIKU – Bangsa Indonesia akan disuguhkan pandangan besar dari seorang tokoh Rizal Ramli terkait dunia kemaritiman dewasa ini.

Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman era Presiden Joko Widodo ini dijadwalkan akan menyampaikan pidato kebangsaan, Kamis besok (23/9) bertepatan dengan Hari Maritin Nasional.

“Saksikan Pidato Kebudayaan Dr. Rizal Ramli pada 23 September 2021 pukul 19.00 WIB,” demikian keterangan Perkumpulan Wangsamuda dikutip redaksi, Rabu (22/9).

Indonesia sendiri merayakan Hari Maritim Nasional yang jatuh setiap 23 September. Sebagai negara kepulauan yang dikelilingi lautan, Indonesia telah menetapkan Hari Maritim Nasional sejak ditetapkan melalui SK Presiden Soekarno No 249/1964.

Peringatan Hari Maritim Nasional kembali dirayakan pada tahun 1968 di era Presiden Soeharto.

“Setelah itu, tak ditemukan lagi jejaknya. Hingga kemudian, hari besar negara itupun terlupakan,” tulis Perkumpulan Wangsamudra dikutip dari akun Instagramnya.

Hari Maritim kembali terdengar saat Rizal Ramli menjabat sebagai Menko Maritim RI 2015 tahun sampai tahun 2016. Pada 2016, Kemenko Maritim menyiapkan kenduri budaya “Anugerah Budaya Maritim” di Museum Bahari, Jakarta.

Anugrah Bahari tahun itu diberikan kepada Sejarawan Maritim, AB Lapian; Nakhoda Pinishi Nusantara, Gita Ardjakusuma; dan Nakhoda Samudra Raksa, Putu Sedana. Sebuah buku tentang tiga lakon itu juga siap diterbitkan.

Namun sayang, tahun tersebut, kepemimpinan Rizal Ramli diterpa angin yang cukup kencang hingga membuatnya turun. Rencana besar terkait perayaan Hari Maritim pun hanya tinggal rencana. Tak ada kenduri pada 2016.

Giliran pada tahun 2017, rencana peringatan Hari Maritim Nasional didengar Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Di tahun 2018, Hari Maritim Nasional dirayakan di Kedaton, Komplek Percandian Muaro Jambi.

Setahun kemudian, perayaan Hari Maritim dilakukan di Dharmasraya, Sumatra Barat.

“Melampaui itu, kemaritiman adalah atlas besar yang menyediakan jalur-jalur lintasan gerak bagi negara dan rakyat dalam menggapai kemakmuran. Mari menyilau kembali atlas besar itu. Bukan saja terpaku pada satu lintasan bernama Jalur Rempah,” demikian Perkumpulan Wangsamuda. (RMOL)

Berita Terbaru