Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Gempa Palu, Dua Dosen Untan Meninggal, Covid-19 AS

NKRIKU, Jakarta – Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mencatat gempa kedua yang bisa dirasakan sepanjang hari ini, Minggu 25 Oktober 2020. Gempa itu terjadi 19 kilometer sebelah utara Palu, Sulawesi Tengah, dengan kekuatan Magnitudo 3,6.

Berita terpopuler selanjutnya tentang dua dosen di dua fakultas berbeda di Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat, meninggal pada Minggu 25 Oktober 2020. “Kami keluarga besar Universitas Tanjungpura sedang berduka,” kata Rektor Universitas Tanjungpura, Garuda Wiko, Minggu malam.

Selain itu, hampir delapan bulan setelah Gedung Putih pertama kali mengumumkan akan beralih dari upaya penahanan ke mitigasi untuk menghentikan penyebaran epidemi Covid-19, pemerintah AS sekarang menggantungkan harapannya pada vaksin untuk menginokulasi populasi dan terapi untuk mengobati penyakit tersebut.

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

1. Giliran Palu Digoyang Gempa, Sumber di Darat

Ilustrasi gempa. REUTRES

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mencatat gempa kedua yang bisa dirasakan sepanjang hari ini, Minggu 25 Oktober 2020. Gempa itu terjadi 19 kilometer sebelah utara Palu, Sulawesi Tengah, dengan kekuatan Magnitudo 3,6.

Berita Populer  FOTO: Swedia Tetap Tolak Pakai Masker di Tengah Pandemi

BMKG mencatat dalam situs webnya kalau gempa itu terjadi pada pukul 21.25 WIB. Sumbernya terdeteksi berada di darat pada kedalaman 10 kilometer atau tergolong dangkal. Adapun dampak getarannya bisa dirasakan di Kota Palu dengan intensitas III Skala MMI.

Getaran pada skala itu diilustrasikan dengan getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu.

Sebelumnya, gempa hari ini juga terjadi di laut 90 kilometer sebelah barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Gempa itu berkekuatan 5,9 Magnitudo dari kedalaman 10 kilometer.

2. Dua Dosen Meninggal, Kampus Universitas Tanjungpura Perpanjang WFH

Kampus Universitas Tanjungpura Pontianak (ANTARA/Dedi) Pontianak

Dua dosen di dua fakultas berbeda di Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat, meninggal pada Minggu 25 Oktober 2020. “Kami keluarga besar Universitas Tanjungpura sedang berduka,” kata Rektor Universitas Tanjungpura, Garuda Wiko, Minggu malam.

Berita Populer  Sepekan Positif Covid-19, Sekjen KY Tubagus Rismunandar Ruhijat Meninggal

Garuda Wiko belum bisa memastikan apakah kematian dua dosen itu, Idham dari Fakultas Kehutanan dan Sugito dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, terkait penyakit infeksi virus corona 2019 atau Covid-19. Dia menyatakan masih menunggu informasi tentang itu.

Meski begitu dia menetapkan perpanjangan masa penutupan kampus dan pengalihan aktivitas bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Penutupan ini lebih luas daripada September lalu saat kampus ini hanya menutup sementara aktivitas di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis setelah mendapati satu dosen positif Covid-19.

Menurut jadwal semula, WFH di seluruh fakultas sudah berakhir Jumat lalu dan kampus dibuka kembali hari ini, Senin 26 Oktober 2020. Tapi edaran baru dibuat Garuda yang isinya perpanjangan penutupan sementara dan WFH sampai 30 Oktober 2020.

3. Amerika Kini Tinggal Berharap pada Terapi dan Vaksin Covid-19

Botol kecil berlabel stiker “Vaccine COVID-19” dan jarum suntik medis dalam foto ilustrasi yang diambil pada 10 April 2020. [REUTERS / Dado Ruvi]

Berita Populer  Kasus Positif Tembus 74.018 Orang, Ini 5 Daerah dengan Penambahan Terbanyak

Hampir delapan bulan setelah Gedung Putih pertama kali mengumumkan akan beralih dari upaya penahanan ke mitigasi untuk menghentikan penyebaran epidemi Covid-19, pemerintah AS sekarang menggantungkan harapannya pada vaksin untuk menginokulasi populasi dan terapi untuk mengobati penyakit tersebut.

Beberapa bulan setelah mengumumkan akan bekerja sama dengan raksasa teknologi Apple dan Google pada aplikasi pelacakan kontak dan memulai upaya pengujian luas secara nasional dengan farmasi nasional terbesar, pemerintah tampaknya menyerah pada upaya nasional untuk menghentikan penyebaran epidemi Covid-19.

Dalam wawancara dengan Kepala Staf Gedung Putih Jake Tapper NKRIKU, Mark Meadows mengatakan bahwa AS “tidak akan mengendalikan pandemi … Kami akan mengontrol fakta bahwa kami mendapatkan vaksin, terapi, dan mitigasi lainnya,” sebagaimana dikutip Techcrunch, Senin, 26 Oktober 2020.

Pengakuan tersebut adalah respons terhadap tanggapan federal yang bisa memberlakukan kembali isolasi untuk menghentikan penyebaran Covid-19, atau pengujian nasional dan pelacakan kontak dan tindakan mitigasi lainnya.

Berita Terbaru