Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Ikan Toman, Survei Vaksin Moderna, Bulus

NKRIKU, Jakarta – Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang warga Klaten, Jawa Tengah dihebohkan dengan penemuan Ikan Toman. Ikan yang termasuk spesies ikan sungai dan rawa ini ditemukan di sebuah kolam dekat terowongan Kuno. Riset akademik menunjukkan ikan toman punya kandungan gizi yang berlimpah.

Berita terpopuler selanjutnya tentang di antara mereka yang disuntik vaksin Covid-19 Moderna di lingkungan Universitas Internasional Nagasaki, Jepang, efek samping lebih mungkin ditemukan setelah suntikan vaksinasi kedua daripada yang pertama. Namun, lebih dari 80 persen efek samping dari vaksin Moderna itu langsung mereda kembali dalam tiga hari.

Selain itu, baru-baru ini ditemukan seekor bulus dengan bobot 20 kilogram di Dusun Samber, Desa Sabrang Lor, Kecamatan Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Hewan ini ditemukan di sebuah terowongan kuno buatan Belanda yang tertimbun jalan raya. Namun saat ditemukan, hewan ini telah mati.

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno.

1. Riset Akademik: Ikan Toman yang Ditemukan di Klaten Mengandung Gizi Berlimpah

Berita Populer  Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp 14.741 per Dolar AS

Warga Klaten, Jawa Tengah dihebohkan dengan penemuan Ikan Toman. Ikan yang termasuk spesies ikan sungai dan rawa ini ditemukan di sebuah kolam dekat terowongan Kuno. Riset akademik menunjukkan ikan toman punya kandungan gizi yang berlimpah.

Selama ini diketahui, habitat ikan Toman berada di Sumatera, Kalimantan, Malaysia dan Sungai Mekong serta Sungai Menam di Thailand. Karena itu, wajar jika penemuan ikan ini di Klaten menimbulkan kehebohan.

Termasuk jenis ikan gabus, ikan toman yang ditemukan di Klaten ini memiliki panjang 80 sentimeter dan berat hingga tujuh kilogram. Terhitung langka, ada beberapa pihak yang menawar ikan ini dengan harga tinggi hingga Rp. 17 juta.

Ikan Toman atau yang dalam bahasa latin disebut dengan Channa Micropeltes adalah salah satu ikan yang umum ditemukan di perairan sungai, rawa, parit dan danau.

2. Survei Penerima Vaksin Moderna: Efek Samping Suntikan Kedua Pulih Tiga Hari

Di antara mereka yang disuntik vaksin Covid-19 Moderna di lingkungan Universitas Internasional Nagasaki, Jepang, efek samping lebih mungkin ditemukan setelah suntikan vaksinasi kedua daripada yang pertama. Namun, lebih dari 80 persen efek samping dari vaksin Moderna itu langsung mereda kembali dalam tiga hari.

Berita Populer  Erick Thohir: G42 Akan Kirim 10 Juta Dosis Vaksin Covid-19 pada Kuartal III 2021

Presiden Universitas Internasional Nagasaki, Jepang, Yukio Ando, menerangkan bahwa hasil survei yang dilakukan menjadi referensi penting untuk tempat-tempat yang akan melakukan vaksinasi di tempat kerja ke depan. “Dan dapat menawarkan informasi yang akurat tentang efek samping kepada generasi muda,” ujar dia, seperti dikutip Mainichi, Senin 6 September 2021.

Survei dilakukan terhadap sekitar 4.000 penerima vaksin Covid-19 Moderna di institusi tersebut. Total ada sebanyak 7.985 individu, termasuk mahasiswa, siswa sekolah menengah dan kejuruan yang berafiliasi dengan kampus itu, serta guru dan karyawan, disuntik vaksin Moderna di lokasi itu.

Usia responden survei berkisar dari remaja hingga 60-an tahun dengan vaksinasi putaran pertama dari 21 Juni dan kedua dari 19 Juli. Kuesioner lalu memperoleh tanggapan dari 1.877 orang setelah putaran pertama dan dari 1.496 orang setelah suntikan kedua.

3. Mengenal Bulus, Hewan Mirip Kura-kura yang Ditemukan di Klaten

Berita Populer  Studi di Israel Sebut Dosis Ke-4 Vaksin Kurang Ampuh Cegah Omicron

Baru-baru ini ditemukan seekor bulus dengan bobot 20 kilogram di Dusun Samber, Desa Sabrang Lor, Kecamatan Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Hewan ini ditemukan di sebuah terowongan kuno buatan Belanda yang tertimbun jalan raya. Namun saat ditemukan, hewan ini telah mati.

Bulus merupakan hewan sejenis labi-labi atau kura-kura yang berpunggung lunak. Hewan dengan nama ilmiah Amyda cartilaginea ini memiliki tempurung punggung yang dilapisi oleh kulit tebal dan licin. Perisai dari hewan ini terdiri dari tulang rawan, hal itulah yang membuat punggung hewan ini disebut lunak.

Mengutip dari laman The IUCN Red List, hewan yang dikenal dengan nama Asiatic softshell turtle atau common softshell turtle ini merupakan anggota suku Trionychidae. Hewan ini hidup di air dengan diameter punggung mencapai 100 cm. Kepalanya bulat dengan mata kecil dan lubang hidung yang terletak di ujung belalai yang kecil dan pendek. Simak Top 3 Tekno Berita Hari Ini lainnya di Tempo.co.

Baca:
Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Indikasi Radikal Agama Siswa, Starlink, Paus

Berita Terbaru