Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Senjata Nuklir FOBS Cina, Penjarah Fosil

NKRIKU, Jakarta – Top 3 Tekno Berita Hari Ini, Senin 25 Oktober 2021, dipuncaki artikel kumpulan berita terpopuler sehari sebelumnya. Dugaan Cina meluncurkan senjata nuklir Fractional Orbital Bombardment System (FOBS) yang bisa menempuh perjalanan mengelilingi planet adalah pemuncak berita Minggu 24 Oktober 2021.

Berita terpopuler kedua hari ini datang dari Waduk Saguling, Jawa Barat. Pemberitaan tentang penemuan fosil gajah dari pulau di tengah waduk itu ternyata malah mengundang penjarah datang. Beberapa fosil telah dipastikan tak ditemukan di lokasi awal temuan.

Banjir besar Samarinda, Kalimantan Timur, menjadi terpopuler ketiga. Artikelnya berisi pemaparan seorang penggiat lingkungan mengenai laju kerusakan ruang atau daerah aliran Sungai Karang Mumus di balik banjir yang bertahan lima hari tersebut.

Berikut Top 3 Tekno Berita Hari Ini, Senin 25 Januari 2021, selengkapnya,

1. Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Cina Diduga Luncurkan Senjata Nuklir FOBS, Gempa

Berita Populer  2 Pintu Air Siaga I, 3 Wilayah di Jaksel Terendam Banjir 1 Meter Lebih

Top 3 Tekno Berita Hari Ini dimulai dari topik tentang Cina dilaporkan menguji sistem pengiriman nuklir selama musim panas yang dirancang untuk menyelinap di sekitar pertahanan AS, dengan mengirim mereka dalam perjalanan singkat ke orbit Bumi.

Berita terpopuler selanjutnya tentang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mencatat gempa terkini yang bisa dirasakan guncangannya terjadi pada Pukul 21.58 WIB, Sabtu malam ini, 23 Oktober 2021. Pusat gempa berada di laut, lima kilometer arah tenggara Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, Sebanyak 374 siswa madrasah mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2021 yang digelar dua hari ini, 23-24 Oktober. Mereka terseleksi dari 70-an ribu pendaftar yang tertantang mengikuti kompetisi hasil inisiasi Kementerian Agama tersebut.

2. Penemuan Fosil, Penjarah Berdatangan ke Pulau Sirtwo Waduk Saguling

Lokasi penemuan fosil di Pulau Sirtwo Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, belakangan menjadi rawan. Pengelola wisata ke tempat itu, M. Rizky Hardjadinata, mengatakan, para penjarah berdatangan mengambil fosil. “Tempat fosil yang sudah ditandai dengan titik koordinat ternyata ada yang hilang,” katanya kepada Tempo, Minggu, 24 Oktober 2021.

Berita Populer  The Simpsons Bikin Geger, Lagi-lagi Berhasil Prediksi Richard Branson ke Luar Angkasa

Kehilangan fosil di lokasi itu diketahui berhari-hari setelah kabar penemuan fosil di sana tersebar lewat pemberitaan. Tim paleontolog dari Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) setelah survei perdana ke lokasi pada Ahad, 10 Oktober 2021, memastikan adanya fosil di Pulau Sirtwo, atau daratan yang mencuat di area Waduk Saguling.

Salah satu lokasi temuan fosil di Pulau Sirtwo Waduk Saguling di Kabupaten Bandung Barat. (Dok.Tim Paleontologi)

Penjarahan fosil itu, kata Rizky, mulai diketahui saat kunjungan survei tim yang kedua kalinya pada Jumat, 15 Oktober 2021. Dari laporan yang diterimanya, ada orang yang terlihat masuk ke pulau itu saat siang. “Hari selanjutnya juga ada fosil yang hilang,” katanya.

Berita Populer  Gempa 7,5 M Ternyata Picu Tsunami 61 Sentimeter, Ini Kata Warga Alaska

3. Di Balik 5 Hari Banjir Besar Samarinda: Rusaknya Ruang Sungai Karang Mumus

Banjir Samarinda, Kalimantan Timur, bertahan hingga lima hari sepanjang pekan lalu. Banjir karena hujan dan debit kiriman dari hulu tersebut menunjukkan rusaknya ruang sungai di kawasan hulu dan hilir Sungai Karang Mumus.

Ketua Gerakan Memungut Sehelai Sampah di Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) di Samarinda, mengungkap itu pada Minggu 24 Oktober 2021. Dia menyebutkan bahwa gunung dan bukit sudah banyak yang digunduli serta ratusan rawa yang pernah ada kini tersisa hitungan jari.

Banjir di Jalan Mayjen Sotoyo Samarinda, Jumat 22 Oktober 2021. Banjir yang mengepung kota itu sejak awal pekan mulai surut di banyak wilayah. (Antaranews Kaltim/ M Ghofar)

“Rusaknya ruang sungai atau daerah aliran sungai (DAS) yang meliputi gunung, bukit, lembah, rawa, dan titik yang paling dekat dengan sungai, yakni rivarian,” ujar Misman.

Berita Terbaru