Tweet Polisi Diganti Satpam BCA Berujung Ancaman: Polri Dihujani Kritik

NKRIKU.COM – Seorang pemilik akun Twitter @fchkautsar menerima berbagai ancaman kekerasan dan upaya peretasan setelah menulis “Polisi se-Indonesia bisa diganti satpam BCA aja gak sih” pada Rabu (13/10/2021), malam.

Salah satu pengguna akun yang mengancam mengenakan seragam polisi.

Jika terbukti ada anggota polisi justru ikut mengancam warga yang melakukan kritik, menurut anggota Komisi Hukum DPR Taufik Basari, tindakan tersebut sudah berlebihan dan mengarah pada unsur tindak pidana.

“Tindakan mengancam dan intimidasi melalui online seperti kejadian tersebut sudah mengarah pada tindak pidana, semestinya para oknum itu lebih paham dan bukan malah melakukan tindak pidana” kata Taufik kepada wartawan dalam keterangannya, Senin (18/10/2021).

Baca Juga:
Diteror Gara-gara Cuitan, Komisi III Minta Propam Tindak Tegas Polisi Pengancam Warganet

Berita Populer  Diteror Gara-gara Cuitan, Komisi III Minta Propam Tindak Tegas Polisi Pengancam Warganet

Tindakan oknum (jika benar anggota) dinilai dapat merusak citra Polri dan menghambat program presisi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Taufik mendorong Polri menyikapi secara serius kasus ini.

Divisi Propam Polri diminta segera memproses oknum dan memberikan jaminan perlindungan kepada netizen yang menjadi korban.

“Jika dibiarkan dan tidak ada tindakan tegas maka masyarakat akan merasa tidak aman karena masih ada oknum-oknum yang diberikan wewenang memegang senjata, memiliki diskresi dan bertugas menegakkan hukum, tapi justru merasa bisa sewenang-wenang mengintimidasi dan mengancam warga hanya karena suatu cuitan di sosial media” tutur Taufik.

Ancaman dilakukan oleh akun-akun anonim, ada pula yang menggunakan foto, di antaranya mengenakan seragam polisi.

Berita Populer  Legislator: Jangan Beri Dukungan Bagi Pikiran Ekstrem yang Intoleran

Baca Juga:
Anggota DPR RI Taufik Basari Janji Promosikan RIS Metro ke Level Nasional

Southeast Asia Freedom of Expression Network beberapa waktu yang lalu telah menerima pengaduan atas kejadian tersebut.

Kepala Divisi Akses Atas Informasi SAFEnet Unggul Sagena menyebutkan akan melakukan koordinasi untuk menindaklanjutinya.

Ancaman dan upaya peretasan terhadap akun itu sudah sangat meresahkan, kata Unggul.

“Iya, ini mengganggu. Apalagi nilai universal kepolisian itu kan to protect dan to serve, itu berlaku umum,” kata Unggul.

Ancaman semacam itu dinilai menghalangi kebebasan berpendapat warga negara.  “Karena SAFEnet memperjuangkan adanya hak digital, yaitu hak atas rasa aman, ini meresahkan sekali.” 

Korban disarankan juga melapor ke Divisi Propam Polri jika yang mengancam terbukti anggota polisi.

Berita Populer  Diduga Langgar HAM, DPR Minta Autopsi 4 Laskar FPI Dikaji

“Tetapi jika belum pasti anggota, bisa dilaporkan ke Dumas Presisi,” kata komisioner Komisi Kepolisian Nasional Poengky Indarti kepada NKRIKU.COM.

Sambil menunggu proses yang sedang berlangsung, Poengky mengingatkan anggota Polri untuk memaknai kritik dari masyarakat sebagai bentuk perhatian dan kemudian melakukan introspeksi.

“Tetap kedepankan profesionalitas. Jaga sopan santun, jangan menunjukkan arogansi. Polisi itu tugasnya melayani, mengayomi, melindungi masyarakat dan menegakkan hukum guna mewujudkan Harkamtibmas,” kata dia.

Pemilik akun Twitter @fchkautsar menjelaskan bahwa tweet-nya bukan dimaksudkan untuk menghina institusi tertentu. Dia menyebutkan hanya menyampaikan isi hati.

“Bagaimana twit awalnya nggak relate sama banyak orang, cara ngerespons shitpost keluhan aja kayak begitu,” ujarnya. [Rangkuman laporan NKRIKU.COM]

Berita Terbaru