UMP DKI Hanya Naik Rp 37 Ribu, Pekerja: Akan jadi Efek Bola Salju Ekonomi Daerah

NKRIKU, Jakarta – Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar memperkirakan penetapan upah minimum provinsi atau UMP DKI Jakarta yang hanya naik 0,85 persen pada tahun depan hanya akan memperburuk perekonomian daerah.

Berita Populer  Pilpres 2024, Survei SPIN: Ada Migrasi Pemilih Jokowi kepada Prabowo 10,4 Persen

“Kalau upah tergerus karena inflasinya lebih tinggi dari kenaikan upah, maka akan menjadi efek bola salju yang merugikan perekonomian daerah,” ujar Timboel ketika dihubungi, Senin, 22 November 2021. “Saya khawatir akan terjadi penurunan daya beli.”

Pernyataan tersebut merespons penetapan UMP DKI Jakarta tahun 2022 pada Ahad pekan lalu sebesar Rp 4.453.935. Sementara pada tahun 2021 ini UMP DKI Jakarta sebesar Rp 4.416.186.

Berita Populer  Chatib Basri Usul Subsidi BBM Disetop saat Harga Minyak Turun

Dengan kenaikan hanya sebesar Rp 37.749 tersebut, menurut Timboel, sudah pasti upah baru pekerja tak akan tergerus inflasi tahunan yang kini sudah mencapai 1,14 persen. 

Oleh karena itu, menurut dia, Pemprov DKI harus mengambil sejumlah langkah untuk mencegah penurunan daya beli, misalnya dengan memberi subsidi dengan menggunakan instrumen APBD.

Berita Populer  Anies Baswedan Foto Bareng Keluarga Cendana, Ferdinand: Kembali ke Pengasuhnya

Berita Terbaru