Unggah Kacaunya Kerja di Startup, Warganet: Banyak yang Menusuk dari Belakang!

NKRIKU, Startup hingga saat ini masih diklaim sebagai salah satu metode paling disruptif dalam dunia bisnis. Di Indonesia, orang-orang yang bekerja di sejumlah startup dianggap memiliki nilai lebih karena kulturnya yang sangat dinamis. Namun ternyata tak semua startup Tanah Air dikelola dan memiliki kultur yang sehat seperti utas yang disampaikan oleh akun @taktekbum.

Dalam unggahan berupa utas tersebut, akun @taktekbum menyebutkan bahwa sejumlah startup unicorn memiliki manajemen pekerjaan yang kacau.

“Orang pikir kerja di stratap yunikorn itu enak, wow prestijius, padahal dalemnya bobrok. Mimin udah pernah kerja di beberapa yunikorn, Mimin mau spill kacaunya work culture di sana,” tulis akun @taktekbum.

baca juga:

Orang pikir kerja di stratap yunikorn itu enak, wow prestijius, padahal dalemnya bobrok. Mimin udah pernah kerja di beberapa yunikorn, Mimin mau spill kacaunya work culture di sana.

A THREAD.

— Tach Tech Boom (@taktekbum) January 24, 2021

Di awal utasnya, @taktekbum menyebutkan bahwa permasalahan pertama yang sering dialami adalah adanya kumpulan petinggi startup yang sering kali memberikan job desk yang tidak masuk akal kepada anak buahnya. Bahkan, sering kali para petinggi ini berlaku semena-mena dan sering memberikan hasil presentasi yang manipulatif.

“Mulai dari cronyism dulu deh. Ya. Jadi di stratap yunikorn akan selalu ada rombongan temen-temen dari petinggi stratap yang gajinya paling tinggi dan suka dinaekin berkali kali dan berasa paling oke dan suka ikut sok ngatur tapi tau beres,” tulis akun @taktekbum.

Selanjutnya adalah adanya politik dan ambisi yang sangat kacau. Menurut @taktekbum, sejumlah karyawan startup memiliki ambisi yang cukup tinggi. Maka dari itu, apapun bisa jadi dilakukan demi mendapatkan jabatan dan gaji yang tinggi pula. Tak heran jika istilah ‘menusuk dari belakang’ hingga saling fitnah pun kerap terjadi di startup.

“Sering ada kejadian pegawai yang kontraknya tidak dilanjutkan hanya karena faktor ketidak sukaan atau hanya karena atasan lamanya disingkirkan dan pejabat baru membawa rombongannya sendiri dan tidak akomodir rombongan lama,” balas akun @taktekbum.

Selain itu ada juga budaya meeting yang dilakukan berkali-kali meski sebenarnya urusan tersebut bisa diselesaikan melalui telepon atau email. Akun @taktekbum juga menyebutkan bahwa karyawan startup juga harus lebih berhati-hati dalam mengunggah berbagai kejadian di kantornya karena ada aturan tersendiri dalam membuat konten yang viral.

Permasalahan yang juga sering terjadi di kalangan startup adalah terkait cuti. Akun @taktekbum menyebutkan bahwa ada sejumlah karyawan yang sering kali mengambil cuti atau mengikuti perjalanan bisnis.

Berita Terbaru