Usai Hamili Pegawai Kementerian, Oknum KPU Gowa Kabur Karena Utang

Ilustrasi
bergabung di nkriku.com

GOWA, Nkriku.com –  Alkisah HD (32), salah satu pegawai Kementrian di Kabupaten Gowa dengan, SY (37), Oknum Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), mereka berkenalan pada tahun 2016 silam di Media Sosial Facebook. Saat itulah keduanya menjalin hubungan tak sekedar teman biasa.


Dukung kami dengan ngelike fanspage Add Friend

Sebagaimana yang dialami oleh seorang perempuan berinisial HD yang berstatus Singel Parent ini, menceritakan kisah cintanya  dengan salah satu oknum Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gowa, yang hadirnya buah cintanya yang bercokol diperutnya, namun cintanya dihalang halangi oleh masalah utang – piutang. senin (16/04/2018).

Saat ditemui wartawan disalah satu warkop di Sunggu Minasa Minggu 5 April 2018, HD mengenal sosok SY yang bekerja sebagai Komisioner KPU, mengaku tak habis pikir jika ditengah perjalanan cinta mereka harus terberai soal hutang – piutang membelenggu.

“Perkenalan itu sejak tahun 2016 lalu, saya mengenalinya sebagai sosok  pribadi menyenangkan dan pada akhirnya saya yakin  kelak akan bersatu, namun tak habis pikir harus diperhadapkan pada situasi berutang,” ucapnya.

HD yang berusaha bersikap tegar untuk menutupi keadaan yang dialaminya di depan wartawan, namun air matanya yang jatuh itu syarat hati sebenarnya ia pun tak kuasa  membendungnya, walau pun dengan selingan senyum sesekali.

“Saya sedang berbadan dua pak, sebagai perempuan yang hal seperti ini butuh status, untuk masa depan kelak ketika anak ini lahir, keluarga saya tahu, teman tempat kerja saja juga tahu, akan hubungan saya dengan SY, tahun kemarin SY selalu berkunjung kerumah dan menjemput saya di kantor,” tegas HD dengan nada kesal.

lanjutnya, mengenai Hutang – Piutang sebesar Rp 380 juta itu, HD menampik tuduhan tersebut, menurutnya hal itu terjadi akibat putus kontrak dengan perusahan yang diajukan SY dikantornya. murni resiko akibat menyalahi kontrak.

“SY melalui CV-nya mengajukan penggandaan berupa mobiler dan Penyedia bahan makanan di kantor saya, karna pengadaan itu menyalahi kontrak, akhirnya diputus yang akhirnya SY berutang karna mobiler dan bahan pengadaan terlanjur dia beli, namun toh saya disalahkan dan saya diharuskan menanggung beban tersebut, tetapi dia tidak boleh menyangkut paut kehamilan saya ini dengan hal itu,” ungkapnya yang matanya berkaca kaca.

Terkait soal surat penyataan sengketa Hutang – Piutang  yang ditandatangi HD tertanggal 23 Oktober 2017 lalu, menurutnya, terpaksa ditandatangani karena tekanan beberapa pihak oknum kepolisian.

“Saya diborongi pak oleh petugas polisi yang ada dalam ruangan di kantor polisi, saya di ancam akan ditahan ketika ini saya tak tandatangani, yang membuat saya heran sesudahnya. mereka yang memaksa saya adalah petugas polisi yang sering keluar masuk di kantor KPU tempat SY bekerja,”   kesal HD yang merasa di dzolimi.

Di akhir curhatnya HD berharap, SY mau serius bertangung jawab dan segera menyelesaikannya dengan secara kekeluargaan,

“Saya berharap SY punya iktikad baik untuk bertangung jawab, soal kehamilan saya karena SY yang saya kenal adalah Pria yang yang belum memiliki anak dan istri, semuanya terbongkar setelah saya berbadan dua bahwa SY sudah mempunyai istri dan anak. kemudian kehilangan kontak dengan SY, saya pun mencarinya di rumah dan kantornya, sehingga informasi pun mengenai dia banyak telah saya dapatkan, terakhir SY menghubungi dan mengantarkan saya ke rumah sakit untuk diperiksa, itu akhir 2017 pada akhirnya terdengar SY sakit dan dirawat selama dua bulan, namun hingga saat ini SY yang sehat tak kunjung memenuhi janjinya untuk saya di halalkan,” tutupnya.

Di sisi lain, SY yang berhasil di temui oleh salah satu wartawan diruangannya, Ia mengakui mengenal sosok perempuan tersebut, namun ia hanya menganggap kabar kehamilan HD adalah salah satu upaya HD untuk menghidari Sengketa Utang – Piutang yang pernah ditandatangani.

“saya belum bisa menangapi jauh kabar yang dialami HD, menurutku ini tak lebih dari pada motif, kabar pun ini ada setelah sengketa Hutang – Piutang yang ditanda ditanganinya. Silahkan mengkroscek, karna saya adalah korban dan merasa tertipu, saya harus berhutang dengan kerja sama itu, saya punya saksi bagaimana uang itu diserahkan,” tepis SY diruangan kerjanya.

(MS003)

bergabung di nkriku.com bergabung di nkriku.com