Usut Dugaan Keracunan Nasi Kotak, Polisi Uji Sampel Makanan dan Periksa Kader PSI

NKRIKU.COM – Polisi tengah menyelidiki kasus puluhan warga Koja, Jakarta Utara yang diduga keracunan nasi kotak pemberian dari kader PSI. Penyelidikan salah satunya dilakukan dengan menguji sampel makanan ke laboratorium.

Kaposlek Koja AKBP Abdul Rasyid mengatakan sampel makanan tersebut kekinian tengah diuji di laboratorium di wilayah Sentul, Bogor, Jawa Barat.

“Sampel nasinya sedang di periksa di laboratorium di Sentul,” kata Abdul saat dikonfirmasi, Senin (25/10/2021).

Berita Populer  Forum Sekjen Pro-Demokrasi: Puluhan Juta Suara Pemilih Hangus jika RUU Pemilu Nekat Disahkan

Selain menguji sampel makanan, penyidik, kata Abdul, juga akan memeriksa korban. Selain itu juga akan memeriksa kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) selaku penyelenggara kegiatan.

Baca Juga:
Dapat Nasi Kotak Dari PSI, Puluhan Warga Koja Jakarta Utara Keracunan

“Pihak dari PSI belum diambil keterangannya masih menunggu, yang sedang diambil keterangannya dari pihak korban,” ujar Abdul.

Berita Populer  Puluhan Warga Koja Keracunan, BPOM Turun Tangan Periksa Nasi Kotak dari PSI

Berdasar keterangan awal, Abdul menyebut makanan dalam nasi kotak itu dimasak oleh seseorang yang berlokasi di dekat Jakarta Islamic Center. Penyidik, telah mendatangi kediaman yang bersangkutan dan rencananya akan segera diambil keterangannya.

“Yang masak sudah didatangi rumahnya di belakang Islamic Canter. Dia juga harus diambil keterangannya,” pungkas Abdul.

Berita Populer  Tak Keracunan Nasi Kotak PSI, Warga Koja Ini Malah Ditambah Nasi Rumah: Biar Nendang

Nasi Kotak PSI

Puluhan warga Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara dilaporkan mengalami keracunan makanan. Hal ini terjadi usai mereka memakan nasi kotak pemberian kader PSI.

Baca Juga:
Viani Limardi Menggugat Pasca Dipecat, Begini Reaksi PSI

Ketua RW 06 Koja, Suratman mengatakan sebanyak 35 orang warganya mengalami keracunan. Dalam nasi kotak yang diterima, terdapat logo PSI yang ditempelkan.

Berita Terbaru