oleh

Video: Ribuan Mahasiswa Kendari Demo Rusak Kendaraan Dinas dan Fasilatas Umum

KENDARI, NKRIKU.COM — Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa menolak kehadiran tambang dan menuntut Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi untuk segera mencabut 15 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Konawe Kepuluan (Konkep), dihadang sikap represif dari Satpol PP dan Polisi berujung bentrok.

Orasi mahasiswa menganggap bahwa IUP tersebut melanggar sejumlah aturan berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), wilayah Konawe Kepulauan tidak diperuntukan untuk 15 kawasan tambang, melainkan kawasan pertanian dan perikanan serta pariwisata.

Loading...

Massa yang merengsek masuk di areal kantor Gubernur, Rabu 06 Maret pekan lalu mendapat perlawanan dari petugas kepolisian dan Satpol PP yang membentengi pintu gerbang kantor Gubernur, berubah jadi anarkis yang awalnya berlangsung tertib berakhir dengan kericuhan dan pemukulan. Sejumlah warga dan mahasiswa dilarikan ke rumah sakit.

Dalam aksi ini di Mapolda Sultra, Kapolda Sultra Irjen Iriyanto menemui massa mahasiswa dan berjanji akan menindak tegas oknum Satpol PP dan Anggotanya yang melakukan tindakan kasar kepada mahasiswa.

Mereka berorasi menuntut Kapolres Kendari AKBP Jemy Junaidi dicopot karena dianggap bertanggung jawab dalam kekerasan terhadap sejumlah mahasiswa lainnya yang sedang mendapat perawatan rumah sakit.

Dari tindakan Satuan pengamanan membuat ribuan mahasiswa turun kejalan merusak kendaraan dinas dan fasilitas umum serta membakar sejumlah baliho yang terpasang dipinggir jalan. Unjuk rasa ini kembali ricuh dan saling lempar berlangsung hingga senin malam 11/03/19. Mahasiswa memblokir jalan dan mengancam pengendara yang sementara melintas di jalan yang diblokir. Kemudian polisi membalas dengan tembakan peringatan. Dua polisi, yakni Kompol Agung Basuki dan Bripka Musriandi, menjadi korban.

“Anggota Polri terluka akibat lemparan batu pengunjuk rasa,” ujar Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry. (**)

Loading...

Baca Juga: