by

Warga Langkat Ramai-ramai Murtad, Dosen UIN Minta Umat Islam Koreksi Diri: Ini Bukan karena Iming-iming

Pasang


NKRIKU – Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Syafiq Hasyim memberikan pendapatnya tentang fenomena warga Langkat Sumatera Utara yang memilih keluar dari Islam atau murtad.

Syafiq Hasyim menganggap jika hal itu bukan karena iming-iming dari agama lain yang menginginkan warga Langkat untuk murtad, melainkan karena faktor dari umat Islam sendiri yang dianggap lemah.

Seperti diketahui, banyak warga Langkat yang resmi keluar dari agama Islam. Pihak MUI daerah setempat pun mengungkap jika jumlah warganya yang murtad sangat memprihatinkan.

Lantas bagaimana tanggapan rinci Syafiq Hasyim terkait hal tersebut? Simak ulasan berikut ini.

Jangan salahkan agama lain

Dalam kasus tersebut, Syafiq meminta agar tidak menyalahkan agama lain apalagi ada isu yang menyebutkan jika adanya iming-iming bagi mereka yang mau murtad. Motif dari hal tersebut bisa beragam, bukan karena sebab-sebab material.

“Motif orang pindah dari agama Islam itu bukan disebabkan oleh sebab-sebab material dan iming-iming kehidupan duniawi,” ujar Syafiq dikutip Hops.ID dari kanal YouTube CokroTV pada Senin, 22 Mei 2022.

Ia pun berujar jika hal tersebut bisa jadi karena kelemahan umat Islam itu sendiri.

“Tapi ini disebabkan oleh kelemahan kita sebagai pemeluk Islam yang ingin memperlihatkan agama yang penuh kasih sayang pada sesama makhluk di dunia ini,” ujarnya.

Koreksi bagi umat Islam

Lebih lanjut, Syafiq berujar jika hal ini bisa menjadi bahan koreksi bagi semua umat Islam agar mengetahui kenapa warga yang murtad tersebut kehilangan kepercayaan pada Islam.

“Dengan ini kita mengetahui bahwa kita harus berbuat apa agar mereka tidak kehilangan keyakinan dan ketertarikan mereka pada Islam,” tutur Syafiq.

“Persoalan ini juga sekaligus menjadi bahan koreksian atas praktik dan perilaku dari kita semua yang kita atasnamakan Islam,” ujarnya.

Ia pun memberi contoh umat Islam yang kerap judgemental pada apa-apa yang tidak sepemahaman agar bisa lebih terbuka daya pikirnya.

“Misalnya kita sering menjadi umat yang sedikit-sedikit judgmental pada perilaku yang menurut kita tidak sesuai dengan apa yang kita yakini,” ujarnya.

“Keyakinan yang tertutup (ekslusif) ini lah yang menyebabkan banyak kalangan pemeluk Islam sendiri yang merasa “kok begini agama saya diwujudkan oleh mereka”,” katanya.***