oleh

Warga Makassar Keluhkan Maraknya Peredaran Kosmetik Palsu

MAKASSAR, NKRIKU.COM — Warga kota Makassar mengeluhkan maraknya peredaran kosmetik palsu yang banyak ditemukan terjual bebas di pasaran. Hal ini diungkapkan oleh Nutang, disela sela sosialisasi tentang bahaya obat, makanan dan kosmetik palsu yang diselenggarakan Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham bekerjasama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar, Provinsi Sulsel, di Hotel Graha, Jl. Andalas Kota Makassar, Senin (11/03/2019).

Nutang mengatakan, banyak keluarga dan rekan-rekannya yang menjadi korban dari kosmetik dan bedak palsu.

Loading...

“Banyak sekali keluarga dan teman-teman saya yang jadi korban kosmetik palsu. Kosmetik palsu yang saat dipakai langsung terkelupas kulit wajah dan menjadi merah,” kata Nutang.

Warga lainnya, Adam, menanyakan keamanan jajanan yang dijual di sekolah-sekolah.

“Badan POM bagaimana pengawasan makanan yang dijual di sekolah, kami juga dibuat resah dengan banyaknya pemberitaan di televisi akan bahaya makanan yang menjadi jajanan anak sekolah, mulai dari pewarna pakaian yang dipakai untuk mewarnai makanan hingga boraks sebagai pengawet bakso. Kami jadi takut akan kesehatan anak-anak kami,” tutur Adam.

Sosialisasi tentang bahaya obat, makanan dan kosmetik palsu yang diselenggarakan Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham bekerjasama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar, Provinsi Sulsel, di Hotel Graha, Jl. Andalas Kota Makassar, Senin (11/03/2019).

Menanggapi pertanyaan dari Nutang, Aliyah Mustika mengingatkan pentingnya mengecek label saat membeli produk kosmetik dan makanan kemasan.

“Itu bisa dipastikan tidak terdaftar di BPOM, nah disinilah pentingnya kita mengecek produk, jangan sekali-kali kita memakai produk yang tidak terdaftar di BPOM karena kandungannya tidak ditahu, apakah membahayakan atau tidak. Sayangi kulit kita, sayangi tubuh kita jangan sampai menjadi masalah,” ucap Aliyah.

Sementara, kepala BBPOM Makassar wilayah Sulsel, Abdul Rahim yang hadir sebagai pemateri mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan proses bimbingan kepada pengelola kantin-kantin sekolah untuk menjaga mutu dan kualitas makanan.

“Saat ini kami sudah mendata, ada sekitar 1.335 sekolah yang ada di Sulsel untuk kami melakukan bimbingan agar mereka tidak asal dalam memilih bahan baku makanan yang akan mereka jual kepada anak sekolah,” kata Abdul Rahim.

Loading...

Baca Juga: