by

Warga Vs Tim Sepak Bola Tawuran di Lapangan Ingub Muara Angke karena WC Umum, Satu Korban Luka-luka dan Gigi Rontok

Pasang

NKRIKU.COM – Bentrokan antarwarga pecah di Lapangan Ingub, Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (25/1/2022) malam kemarin. Keributan yang melibatkan sejumlah orang yang sedang bermain sepak bola dengan warga setempat diduga karena salah paham.

Peristiwa bentrok tersebut viral di media sosial, setelah diunggah akun Instagram @merekamjakarta. 

“Keributan diduga karena adanya pelemparan batu ke lapangan oleh warga,” tulis akun itu dalam keterangannya. 

Berita Populer  Krisis Air di Jakarta: Kisah Warga Muara Angke, Puluhan Tahun Berjuang Demi Air Bersih

Dalam video berdurasi 19 detik, terlihat sejumlah pria mengenakan seragam sepak bola menaiki dinding pembatas lapangan yang berdekatan dengan pemukiman warga. Mereka terlihat merusak genteng bangunan. 

Baca Juga:
4 Fakta Bentrokan di Double O Sorong: 17 Orang Tewas Terbakar di Ruang Karaoke, Ada DJ hingga Personel Band

Kapolsek Sunda Kelapa, Kompol Seto Handoko menjelaskan soal kronologi bentrokan tersebut.

Berita Populer  Korban Bertambah, Bentrok Di Sorong Tewaskan 18 Orang

Dia mengatakan keributan yang terjadi di Lapangan Ingub itu karena salah paham. Pemicu bentrokan itu diduga setelah tim sepak bola itu membongkar atap toilet umum. 

“Tiba-tiba warga yang sedang bermain sepak bola datang membongkar atap toilet umum dan melemparkan asbes ke arah F (warga) yang kemudian ditangkis menggunakan tangan kanan hingga luka,” kata Seto saat dihubungi wartawan, Rabu (26/1/2022). 

Akibat bentrokan itu, korban F mengalami sejumlah luka seperti di pergelangan tangan sebelah kanan dan dua giginya patah. 

Berita Populer  Polisi Buru Pelaku Bentrokan Di Sorong Tewaskan 18 Orang

Kekinian kasus ini masih ditangani oleh aparat kepolisian. Antara kedua belah pihak akan dilakukan mediasi. 

Baca Juga:
Polisi Buru Aktor Intelektual Bentrokan Tewaskan 18 Orang di Kota Sorong

“Belum ada tersangka. Siang ini mau kami pertemukan yang berselisih untuk dimediasi dan didamaikan,” ujar Seto.