Yahudi Israel Mulai Bangun Wilayah Tepi Barat yang Dirampasnya

Penduduk Palestina meratapi rumahnya yang dihancurkan untuk diganti dengan rumah baru bagi pemukim Yahudi. Foto: rt

NKRIKU, Jakarta – Pemukim Yahudi mulai membangun permukiman ilegal di selatan Tepi Barat yang diduduki setelah merampas tanah Palestina. Saksi mata mengatakan sejumlah besar pemukim menyerbu bagian utara Desa Halhul di Hebron.

Sementara warga Palestina tidak diizinkan memasuki daerah yang dinyatakan sebagai “zona militer” oleh tentara Israel, para pemukim Yahudi mulai bersiap untuk pembangunan setelah menanam bendera Israel di lokasi tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berulangkali mengatakan dia akan mencaplok semua blok pemukiman dan Lembah Yordania pada 1 Juli di bawah kesepakatan dengan Benny Gantz, kepala koalisi Biru dan Putih.

Pejabat Palestina telah mengancam untuk menghapuskan perjanjian bilateral dengan Israel jika aneksasi dilanjutkan karena akan merusak solusi dua negara.

Pencaplokan itu muncul sebagai bagian dari “Kesepakatan Abad Ini” Presiden AS Donald Trump yang diumumkan pada 28 Januari, yang merujuk Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang tidak terbagi dan mengakui kedaulatan Israel atas sebagian besar Tepi Barat.

Rencana tersebut menyerukan pembentukan negara Palestina dalam bentuk kepulauan yang dihubungkan oleh jembatan dan terowongan.

Para pejabat Palestina mengatakan bahwa di bawah rencana AS, Israel akan mencaplok 30-40 persen dari Tepi Barat, termasuk seluruh Yerusalem Timur.

Sekitar 650.000 warga Yahudi Israel saat ini tinggal di lebih dari 100 permukiman yang dibangun sejak 1967, ketika Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Palestina menginginkan wilayah ini – bersama dengan Jalur Gaza – menjadi bagian dari negara Palestina di masa depan.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “wilayah pendudukan” dan menganggap semua kegiatan pembangunan permukiman Yahudi di sana sebagai aktivitas ilegal.(EP/AA)

Berita Terbaru